Pompa Hydrant

Tanggal :27/08/2020 23.27.00 Penulis : Panji Iman Arfiansyah

Pengertian hydrant 

Dalam dunia pengaman kebakaran adalah sistem keamanan kebakaran yang menggunakan air bertekanan sebagai medianya dalam memadamkan api. Sistem kerja panel hydrant harus bisa dioperasikan secara manual maupun otomatis.

Pengoperasian panel secara manual umumnya dilakukan ketika proses perawatan mesin rutin, yang dimana tidak sedang terjadi kebakaran. Dan pengoperasian manual dapat juga dilakukan ketika keadaan darurat kebakaran yang dimana terjadi malfungsi otomatis pada system.

Pengoperasian panel secara otomatis akan bekerja sendiri ketika terjadi kebakaran, tanpa adanya sentuhan tangan manusia. Pompa hydrant akan bekerja ketika ada tekanan air yang berkurang pada pipa header kemudian terdeteksi oleh saklar bertekanan yang terkoneksi dalam system panel pompa hydrant.

Lalu apa yang membuat sistem fire hydrant lebih unggul dari sistem proteksi kebakaran lainnya? Sistem Hydrant ini dapat mengatasi kebakaran skala besar dan lebih bekerja secara maksimal dibanding sistem proteksi kebakaran lainnya.

Umumnya sistem ini digunakan oleh bangunan-bangunan yang memiliki aset. Yakni seperti, perusahaan, mall, sekolah, dan lainnya.

 Komponen pendukung pompa hydrant.

Pompa hydrant bekerja bergantung pada media air dan sistem jaringannya yang didukung oleh komponen-komponen yang Andal. Oleh karenanya keseluruh komponen harus dipastikan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perannya masing-masing.

Sebuah sistem hydrant harus memiliki tandon air (reservoir) yang merupakan tempat penyimpanan pasokan air yang dapat memadamkan api minimal selama 30 menit. Air dari reservoir ini nantinya akan dialirkan menuju jaringan output, yakni hydrant pillar.

Lalu bagaimana pasokan air dari tandon tersalur menuju hydrant pillar? Di sinilah kita mengenal hydrant pump, yakni pompa yang akan mengalirkan media menuju jaringan hydrant.

Dalam sistem hydrant terdapat tiga jenis pompa yang berkerja secara bersamaan, yakni Jockey Pump, electric Pump, dan Diesel Pump. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Bila electric dan diesel pump berfungsi mendistribusikan air dari reservoir menuju jaringan hydrant, maka jockey pump bertujuan untuk mengatur stabilitas tekanan air yang dikeluarkan. Hal tersebut betujuan agar tekanan air dapat terjaga pada jaringan hydrant.

Cara kerja Pompa Hydrant.

Secara Otomatis.

System pompa hydrant dalam keadaan normal harus diposisikan siap operasi (Standby) posisi saklar panel posisi Auto. Disaat terjadi kebakaran pendeteksi asap akan bekerja dan unit sprinkler akan pecah ketika suhu ruang sangat tinggi, sehingga terjadi aliran air pada jaringan pipa hydrant, aliran air pada jaringan pipa hydrant inilah yang membuat saklar tekanan air bekerja disaat tekanan air pada pipa jaringan berkurang. Masing-masing pompa hydrant sudah diatur tekanan kerjanya pada setingan saklar tekanan air.

          Tekanan air pada pipa hydrant berkurang sehingga pompa jockey bekerja menjaga tekanan air pada pipa jaringan hydrant agar tetap stabil, disaat aliran air pada pipa hydrant mengalir sangat deras dan api berkobar semakin besar menyebabkan pompa jockey tidak sanggup menjaga tekanan air pada jaringan. Maka Pompa Jockey akan mati dan digantikan oleh pompa electric yang bekerja otomatis, disaat inilah tugas pemadam kebakaran memasang selang dan membuka valve hydrant pillar.

          Disaat api berkobar semakin membesar menyebabkan padamnya jaringan Listrik PLN, sehingga pompa elektrik tidak bekerja. Disinilah pompa diesel akan berfungsi menggantikan pompa elektrik. Pada saat ini juga Pompa Diesel dapat dimatikan secara manual ketika api telah padam.

Pompa diesel bekerja tanpa mengandalkan jaringan listrik PLN. Pada Panel pompa Diesel Listrik PLN hanya digunakan untuk mengisi baterai saja.

 

Secara Manual

Pengoperasian secara manual ditujukan untuk perawatan mesin secara berkala untuk menjaga keandalan kinerja Pompa Hydrant. Pengoperasian secara manual dengan memposisikan saklar pada masing-masing panel diposisi Manual, kemudian operator mengoperasikan masing-masing pompa secara Lokal Panel.

 

Setiap hydrant pillar diwajibkan terpasang Hydrant Box, agar bertujuan mempermudah petugas pemadam kebakaran bisa menggapai aksesoris dalam hydrant box. Pada hydrant box berisi aksesoris seperti fire hose, valve, hose rack, dan nozzle. Aksesoris tersebutlah yang akan mendukung bekerja hydrant pillar untuk mengalirkan air menuju lokasi kebakaran.

Nah, itu dia pengertian hydrant dan cara kerjanya. Tentunya informasi tentang pengertian dan cara kerja hydrant di atas dapat mengedukasi Anda sebagai pengguna atau calon pengguna sistem proteksi kebakaran ini.

Hal tersebut bertujuan agar nantinya Anda bisa memaksimalkan fungsi hydrant ketika terjadi kebakaran. Jangan lupa, percayakan indopasifikcm.com pompahydrant.co.id untuk instalasi sistem proteksi kebakaran pada gedung Anda!

 

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui

kategori

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Logo IDT
Chatbot